BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG MENANGIS KETIKA BERDOA, NAMUN TIDAK MENANGIS KETIKA MENDENGAR AL-QUR'AN?
Ta'awwun Da'wah:
📚 BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG MENANGIS KETIKA BERDOA, NAMUN TIDAK MENANGIS KETIKA MENDENGAR AL-QUR'AN?
➡ Asy-Syaikh Al-'Allamah Ibnu Baz rahimahullah menjawab,
ينبغي له أن يعالج نفسه ويخشع في قراءته أعظم مما يخشع في دعائه
🌴 "Sepatutnya ia mengobati jiwanya (yang berarti sedang sakit), dan hendaklah ia lebih khusyu' ketika membaca Al-Qur'an daripada ketika berdoa." [Majmu' Al-Fatawa, 11/346]
👉 Maka bagaimana pendapatmu dengan orang yang tersentuh hatinya, bergetar jiwanya bahkan menetes air matanya ketika mendengarkan nyanyian dan lagu-lagu 'islami', namun ketika mendengar dan membaca Al-Qur’an dan As-Sunnah biasa-biasa saja reaksinya...?!
👉 Ketahuilah, dia adalah orang yang tertipu oleh setan. Dan tidak mungkin selamanya orang yang tidak bisa mengambil nasihat dari Al-Qur’an dan As-Sunnah akan mendapatkan nasihat dari nyanyian dan musik.
➡ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِين
🚧 “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [Luqman: 6]
➡ Sahabat yang Mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu ketika menjelaskan makna, “perkataan yang tidak berguna” beliau berkata,
الغناء، والله الذي لا إله إلا هو، يرددها ثلاث مرات
🚧 “Maksudnya adalah nyanyian, demi Allah yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia,” beliau mengulangi sumpahnya tiga kali.” [Tafsir Ath-Thobari, 21/39, sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir, 6/330]
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda tentang alat-alat musik,
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
🚧 “Akan ada nanti segolongan umatku yang menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki diharamkan, pen), khamar dan alat-alat musik.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Malik Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhu]
👉 Maka tidak ada dalam Islam yang namanya nyanyian islami atau lagu-lagu Islam, seperti yang mereka namakan dengan qasidah, nasyid dan lain-lain. Karena nyanyian, lagu dan musik diharamkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, bahkan ulama empat mazhab sepakat atas keharamannya. Maka orang yang menikmatinya, memiliki penyakit hawa nafsu dalam hatinya, entah dia sadar atau tidak.
💻 Sumber: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/1897530477146421:0
════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Petuah_Ulama
[7:08 04/01/2017] Ta'awwun Da'wah: 📚 KEZALIMAN MENGHILANGKAN NIKMAT KEAMANAN DAN HIDAYAH
➡ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
🌴 “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan hidayah.” [Al-An’am: 82]
📋 MACAM-MACAM KEZALIMAN
Ayat yang mulia ini memperingatan bahwa semua bentuk kezaliman dapat memberikan pengaruh terhadap keamanan dan hidayah bagi seorang hamba, dan kezaliman itu ada tiga bentuk:
1) Kezaliman terbesar, yaitu syirik dan kufur kepada Allah ta’ala.
2) Kezaliman terhadap diri sendiri, yaitu semua perbuatan dosa, dan atau tidak memberikan hak kepada dirinya seperti berpuasa tanpa berbuka, sholat malam tanpa tidur, dan lan-lain.
3) Kezaliman terhadap orang lain, yaitu menyakiti orang lain tanpa alasan yang benar, baik menyakiti dengan ucapan seperti menghina dan mengghibah, maupun perbuatan seperti memukul dan membunuh atau merampas harta (lihat Al-Qoulul Mufid 'ala Kitab At-Tauhid, 1/61-62).
📋 TIGA JENIS MANUSIA TERKAIT KEZALIMAN
1) Orang yang menyempurnakan tauhidnya dengan menjauhi semua bentuk kezaliman, maka ia akan mendapatkan keamanan dan hidayah secara sempurna.
2) Orang yang hanya menjauhi kezaliman terbesar (syirik dan kufur) namun tidak menjauhi kezaliman terhadap diri sendiri dan orang lain, maka ia tidak akan mendapatkan keamanan dan hidayah secara sempurna, ia masih terancam dengan azab Allah 'azzawa jalla, dan di akhirat nasibnya di bawah kehendak Allah, apakah diampuni atau diazab, namun andaikan diazab, maka azabnya tidak kekal seperti orang-orang yang melakukan syirik dan kufur.
3) Orang yang tidak menjauhi kezaliman terbesar (syirik) walau tidak melakukan kezaliman terhadap diri sendiri (selain syirik) dan tidak pula kezaliman terhadap orang lain, maka ia tidak akan mendapatkan keamanan dan hidayah sama sekali, ia pasti diazab dengan azab yang sangat pedih dan kekal di neraka selama-lamanya jika ia mati sebelum bertaubat.
➡ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
فمن سلم من أجناس الظلم الثلاثة كان له الأمن التام والاهتداء التام ومن لم يسلم من ظلمه نفسه كان له الأمن والاهتداء مطلقا بمعنى أنه لابد أن يدخل الجنة كما وعد بذلك في الآية الأخرى. وقد هداه إلى الصراط المستقيم الذي تكون عاقبته فيه إلى الجنة ويحصل له من نقص الأمن والاهتداء بحسب ما نقص من إيمانه بظلمه نفسه
“Siapa yang selamat dari tiga bentuk kezaliman ini, maka ia akan mendapatkan keamanan dan hidayah secara sempurna, dan siapa yang tidak selamat dari kezaliman terhadap dirinya sendiri, maka ia hanya mendapatkan keamanan dan hidayah secara umum saja, artinya ia tetap akan masuk surga (walau mungkin diazab dulu) sebagaimana telah dijanjikan dalam ayat yang lain. Dan sungguh Allah akan memberikan hidayah untuknya kepada jalan yang lurus yang akhirnya akan mengantarkan ke surga, namun akan berkurang keamanan dan hidayah baginya sesuai dengan kadar berkurangnya iman karena kezalimannya terhadap diri sendiri.” [Al-Iman, hal. 69, Tahqiq Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah, Al-Maktab Al-Islami Amman Yordania, 1416 H]
📋 SEBAB TERBESAR HILANGNYA NIKMAT KEAMANAN DAN HIDAYAH ADALAH SYIRIK
Ayat yang mulia ini memperingatan dengan keras dari bahaya syirik, bahwa orang yang mempersekutukan Allah 'azza wa jalla tidak akan mendapatkan nikmat keamanan dan hidayah;
➡ Orang yang mempersekutukan Allah pasti tersesat dalam kehidupan dunia, bahkan dialah orang yang paling sesat. Allah ta’ala berfirman,
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا
“Barangsiapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An-Nisa: 116]
Allah ta’ala juga befirman,
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لَا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa para penyembahnya? Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.” [Al-Ahqof: 5-6]
➡ Orang yang mempersekutukan Allah pasti akan mendapatkan azab di dunia dan akhirat, bahkan kekal di neraka untuk selama-lamanya. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” [Al-Maidah: 72]
Allah ta’ala juga berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” [Al-Bayyinah: 6]
📚 Dipetik dari Buku "Tauhid, Pilar utama Membangun Negeri" hal. 6-11 (Cetakan Kedua 1437 H) karya Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
💻 Sumber: KEZALIMAN MENGHILANGKAN NIKMAT KEAMANAN DAN HIDAYAH
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/726974307452054:0
💻 Artikel Terkait: SIAPAKAH ORANG YANG BERIMAN DAN APA KEISTIMEWAANNYA?
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/706694239480061:0
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Dakwah_Tauhid
📗 Hastag: #Faidah_Tafsir
Comments
Post a Comment