Skip to main content

Ingin Rasanya Disanjung Nabi ?

*Ingin Rasanya Disanjung Nabi*

---

Ketika membaca lembaran sirah, kadang jadi membayangkan, bilamana diri ini salah satu yang dipuji dan dimuliakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam...

Aduhai, betapa senangnya...!

---

Tentu saja bahagia rasanya yaa, jika disanjung Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, sebagaimana para sahabat -radhiyallahu 'anhum jaami'an-, semisal...;

*Abu Bakar, Umar dan Utsman,* _“Tenanglah wahai Uhud, karena sesungguhnya di atasmu ini ada seorang Nabi, seorang Ash-shiddiq dan dua orang Syahid.” (HR. Bukhari)_

*Ali bin Abi Thalib,*
_“Tidakkah kamu rela kalau posisimu dariku seperti posisi Nabi Harun pada Nabi Musa?” (HR. Bukhari)_

*Zubair bin Awwam,*
_“Sesungguhnya setiap nabi itu mempunyai hawari (pengawal setia), dan sesungguhnya pengawal setiaku adalah Zubair bin Awwam.” (HR. Bukhari)_

*Fathimah,*
_“Fathimah ini adalah penghulu kaum wanita di surga.” (HR. Bukhari)_

*Hasan dan Husen,*
_“Ya Allah, cintailah mereka berdua karena sesungguhnya aku mencintai mereka berdua.” (HR. Bukhari)_

*Ja’far bin Abi Thalib,*
_“Kamu benar-benar sangat mirip dengan fisikku dan perangaiku.” (HR. Bukhari)_

*Aisyah,*
_“Keutamaan Aisyah atas segenap kaum wanita adalah bagaikan ats-tsarib (makanan paling baik di kala itu, red) dibandingkan seluruh makanan lainnya.” (HR. Bukhari)_

*Bilal bin Rabah,*
_“Aku telah mendengar suara sandalmu di hadapanku di surga.” (HR. Bukhari)_

*Abdullah bin Umar,*
_“Sesungguhnya Abdullah ini adalah seorang lelaki yang shalih.” (HR. Bukhari)_

*Sa’ad bin Muadz,*
_“Arsy bergoncang karena wafatnya Sa’ad bin Mu’adz.” (HR. Bukhari)_

*Khalid bin Walid,*
_“Adalah salah satu pedang diantara pedang-pedang Allah.” (HR. Bukhari)_

*Abu Ubaidah,*
_“Setiap ummat memiliki seorang kepercayaan, dan sesungguhnya orang kepercayaan kita wahai ummat Islam, adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.” (HR. Bukhari)_

---

Kita juga bisa jadi adalah yang termasuk disanjung Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- sebagaimana dalam sabdanya,

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad, dihasankan oleh Syaikh Al Bani)

---

Mari menjadi bermanfaat bersama Tim Donasi Dakwah YPIA.

Nantikan info bermanfaat dari kami esok hari, Insya Allah..

Selamat rehat,
---

Tim Donasi Dakwah YPIA

Comments

Popular posts from this blog

PELATIHAN PENYEMBELIHAN & PENANGANAN HEWAN QURBAN SECARA SEHAT, AMAN, SYAR'I

Ahad, 13 September 2015 Jam 07.30-12.00 Aula RS JIH Ringroad Utara Bersama  Dr. KH. Tulus Mustofa, Lc., MA (Komisi Fakwah MUI DIY) Dinas Pertania&Peternakan Sleman Fasilitas :  Ilmu,   Snack  Buku panduan Fiqh Qurban.  Terbatas hy 200orang. Untk 2 orang/masjid.  Peserta diutamakn anggota FOSITIB IKADI Sleman. Daftar ketik nama-masjid-kecamatan kirim ke 085643526301batas pendaftaran jum'at 10 september'15 Tidak dipungut biaya, tapi kami sediakan kotak infaq bagi masjid yg ingin memberikan infaq terbaikya untuk Dakwah Ikadi.

Aplikasi untuk Mencari Masjid Terdekat

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ’ala Rosulillah wa ’ala alihi wa shohbihi wa sallam. Telah tersedia apps untuk mencari masjid terdekat dari lokasi anda dan rute menuju masjid tersebut beserta  waktu tempuh dan jarak. Apps ini dibuat untuk memudahkan kaum muslim menemukan masjid terdekat di lokasi yang tidak di kenal, di mana saja di seluruh dunia, sehingga memudahkan untuk sholat berjama'ah di awal waktu di masjid.  Silahkan download pada link di bawah ini: http://ow.ly/966X301MNeO Apps ini bebas dari iklan (Ads Free). Mohon disebarkan. Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR. Muslim, 3509]. Jazakumullah khairan

Khitbah dalam Islam

Jika telah datang lelaki sholeh dan berakhlak, maka disegerakan menikahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda ﺇﺫﺍ ﺟﺎﺀﻛﻢ ﻣﻦ ﺗﺮﺿﻮﻥ ﺩﻳﻨﻪ ﻭﺧﻠﻘﻪ ﻓﺰﻭﺟﻮﻩ ﺇﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮﻩ ﺗﻜﻦ ﻓﺘﻨﺔ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﻓﺴﺎﺩ ﻛﺒﻴﺮ “Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi) ______________ Hadits diatas khithabnya adalah ditujukan kepada si wali wanita (yang berhak menikahkan orang yang berada dalam perwaliannya) bukan kepada si pelamar. Sedangkan si wanita itu sendiri ia berhak menolak atau membatalkan lamaran (khitbah) walaupun orang yang melamarnya adalah seorang laki-laki yang shalih (baik agamanya) namun ia tidak menyukainya.  Hal ini berdasarkan hadits : seorang janda tidaklah dinikahkan sehingga dimintai pendapatnya. Tidak pula seorang gadis dinikahkan kecuali setelah diminta izinny...