Tidur Itu Mati
Kita mungkin sering lupa bahwa ketika tertidur sebenarnya manusia sedang mati sesaat. Sebab saat terbangun, nyawa kita dikembalikan lagi ke dalam tubuh. Bisa pula nyawa tidak kembali lagi alias mati sungguhan. Allah Subhanahu wa Ta'ala bilang sendiri di dalam al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 42, bahwa:
"Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan.."
Jadi, ketika tertidur nyawa kita benar-benar lepas dari badan dan berada dalam genggaman Allah. Sebab itu, dalam Islam, kita diharuskan membaca doa sebelum dan sesudah tidur sesuai hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
Dari Hudzaifah (r.a), ia berkata: “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: ‘Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)’.” (HR. Bukhari No. 6324)
Betapa agungnya Islam itu: detail serta jelas. Dan, dengan catatan dari Allah di lanjutan ayat di atas:
"Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir."
Bagaimana mekanismenya? Wallahu a'lam, hanya Allah yang mengetahuinya. Yang jelas, sampai sini kita harus selalu khawatir bilamana kita mati sungguhan saat tertidur. Sudah cukupkah amal-amal kita?
Ya Allah, matikan kami dalam kondisi khusnul khatimah. Dalam kondisi menyembah-Mu, berjuang di jalan-Mu dan mengingat-Mu sepenuh hati....aamiin...

Kajian Islam: 10 JURUS MEMBUAT REZEKI MENGHAMPIRI KITA 1. TAQWA “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS: ath-Thalaq: 2-3). 2. TAWAKAL “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Hakim) 3. SHALAT DHUHA Hadits qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (shalat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (HR. Hakim dan Thabrani) 4. ISTIGHFAR "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dala...
Comments
Post a Comment