Skip to main content

Memuji Istri di Depan Keluarga Anda dan Keluarganya

💐Memuji Istri di Depan Keluarga Anda dan Keluarganya💐
🍃Tidak ada sesuatu yang menyebabkan isteri merasakan kesedihan yang amat mendalam, ketika suami menjelek-jelekannya di depan orang lain, terlebih lagi jika suami mencacinya di depan keluarganya. Karena di sana terdapat sensitifitas yang tinggi pada jiwa isteri terhadap keluarga suaminya. Karena itu, bagaimana jadinya jika suami mengeritik isterinya di depan mereka. Sungguh tidak diragukan lagi bahwa tindakan suami semacam itu tidak terpuji.
🍃Apapun yang terjadi pada isteri Anda mengenai kekurangan (‘aib) dirinya, maka janganlah sekali-kali Anda menyebutkannya di depan keluarga Anda, tetapi sebaliknya Anda harus memujinya di depan mereka, menyebutkan kebaikan dan kelebihan-kelebihannya, serta keunggulannya dibandingkan selainnya.
🍃Sering kita mendapatkan bahwa di antara faktor penyebab terjadinya perceraian (thalaq) adalah karena suami menyebutkan aib isteri di depan keluarganya, sehingga mendorong mereka untuk melontarkan celaan-celaan terhadap isterinya.
🍃Tidak hanya sampai demikian, lebih dari itu mereka akan menyiarkan atau menceritakan urusan tersebut kepada yang lain. Akibatnya, kondisi rumah tangga menjadi semakin gawat dan menjurus kepada perceraian. Padahal masalah yang di hadapi suami isteri belum tentu menimbulkan akibat yang demikian !
🍃Karena itu, hendaklah suami menahan diri untuk tidak sekali-kali menceritakan perihal kecacatan isterinya di hadapan keluarganya atau dihadapan orang asing, demi terpeliharanya rasa kasih sayang dan cinta isteri kepada suaminya. Dan yang demikian itu merupakan bagian daripada mempergauli isteri dengan baik yang diperintahkan Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya,” Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (an-Nisa: 19).
______________________________
✒Ustadz Kholid Syamhudi, Lc
🌐KlikUK.com
🍃Titian Ilmu Penyejuk Qalbu

Comments

Popular posts from this blog

Islam adalah Rahmatan lil ‘alamin

Bissmillah.. Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, akan tetapi sepertinya banyak yang belum mengerti arti sesungguhnya dari makna tersebut. Banyak sekali yang menyimpangkan perngertian tersebut sehingga berpengaruh sekali dalam hal aqidah umat islam itu sendiri. Dalam Al-Quran sendiri sudah disinggung mengenai rahmatan lil ‘alamin yakni dalam surat Al-anbiyah: 107,   107. dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Allah menurunkan Nabi Muhammad untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin, yang artinya Islam adalah rahmatan lil ‘alamin yakni rahmat bagi semesta alam, untuk semua umat manusia, untuk semua isi dalam alam semesta alam ini. Sebagian orang secara sengaja ataupun tidak sengaja (karena pemahaman Islamnya yang tidak dalam), sering memaknai ayat tersebut diatas secara menyimpang. Mereka mengartikan rahmat Islam harus tercermin dalam suasana sosial yang sejuk, damai dan toleransi dimana saja Islam berada, apalagi sebagai ...

Surga dan Neraka

1. Surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat. (HR. Bukhari) 2. Aku menjenguk ke surga, aku dapati kebanyakan penghuninya orang-orang fakir-miskin dan aku menjenguk ke neraka, aku dapati kebanyakan penghuninya kaum wanita. (HR. Ahmad) 3. Tiada sesuatu yang disesali oleh penghuni surga kecuali satu jam yang mereka lewatkan (di dunia) tanpa mereka gunakan untuk berzikir kepada Allah Azza wajalla. (HR. Ad-Dailami) 4. Tidak ada di surga sesuatu yang sama seperti yang ada di dunia kecuali nama-nama orang. (Ath-Thabrani) 5. Rasulullah Saw bersabda bahwa Allah Swt berfirman: "Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shaleh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia. Oleh karena itu bacalah kalau kamu suka ayat: 'Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata...

Keistimewaan Muslimin dan Mukminin

1. Tidak ada orang yang lebih mulia di sisi Allah dari seorang mukmin. (HR. Ath-Thabrani) 2. Umatku (umat Muhammad) ibarat air hujan, tidak diketahui mana yang lebih baik awalnya atau akhirnya. (Mashabih Assunnah) 3. Sesungguhnya di kalangan hamba-hamba Allah ada orang yang apabila memohonkan sesuatu maka Allah akan menerimanya (mengabulkannya). (HR. Bukhari dan Muslim) 4. Waspadalah terhadap firasat seorang mukmin. Sesungguhnya dia melihat dengan nur Allah." (HR. Tirmidzi dan Ath-Thabrani) 5. Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi (musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan jika berbuat kebaikan merasa gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia beristighfar. Dan seburuk-buruk umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan dan dibesarkan dengannya, makanannya sebaik-baik makanan, dia mengenakan pakaian mewah-mewah dan bila berkata tidak benar (tidak jujur). (HR. Ath-Thabrani) 6. Barangsiapa menyenangi amalan kebaikannya dan menyedihk...